Mitos Perawatan Mobil yang Masih Banyak Dipercaya Orang

Mitos Perawatan Mobil yang Masih Banyak Dipercaya Orang

25 Aug 2025 Views: 130 Category: Umum

Di dunia otomotif, tidak semua informasi yang beredar itu benar. Ada banyak mitos tentang perawatan mobil yang entah dari mana asalnya, tetapi masih dipercaya oleh banyak pemilik kendaraan. Akibatnya, bukan hanya biaya yang jadi boros, mobil pun bisa berisiko rusak lebih cepat. Mari kita bahas beberapa mitos yang paling sering ditemui.

Mitos 1: Oli Harus Selalu Diganti Setiap 1.000 Km

Banyak orang masih percaya kalau oli mobil harus rutin diganti tiap 1.000 kilometer agar mesin awet. Padahal, mobil modern sudah dirancang dengan teknologi mesin dan kualitas oli yang jauh lebih baik. Kebanyakan pabrikan merekomendasikan penggantian oli di kisaran 5.000–10.000 km. Jadi, mengganti terlalu sering justru buang-buang biaya tanpa manfaat berarti.

Mitos 2: Mengisi BBM Pagi Hari Lebih Menguntungkan

Ada anggapan bahwa mengisi bensin saat pagi hari lebih baik karena bahan bakar masih “dingin” sehingga lebih padat. Faktanya, SPBU modern sudah dilengkapi sistem penyimpanan bawah tanah yang membuat suhu bensin relatif stabil sepanjang waktu. Mau pagi, siang, atau malam, jumlah BBM yang keluar tetap sama.

Mitos 3: Mesin Harus Dipanaskan Lama Sebelum Dipakai

Di era mobil karburator, memanaskan mesin lama sebelum digunakan memang perlu. Tetapi pada mobil injeksi sekarang, cukup menyalakan mesin sebentar saja agar oli bersirkulasi. Memanaskan terlalu lama malah hanya membuang bahan bakar sia-sia.

Mitos 4: Ban Harus Dipompa Sampai Sangat Keras Supaya Awet

Ada pemilik mobil yang sengaja mengisi angin ban lebih keras dari rekomendasi agar tidak cepat kempes. Padahal, tekanan berlebih membuat ban kehilangan traksi, mempercepat keausan di bagian tengah, bahkan bisa berbahaya saat jalan licin. Ikuti saja tekanan standar yang tertera di pintu mobil atau buku manual.

Mitos 5: Air Biasa Cukup untuk Radiator

Masih banyak yang menggunakan air keran sebagai pengisi radiator karena dianggap lebih murah. Padahal, air biasa bisa menyebabkan karat dan endapan di dalam sistem pendingin. Itulah kenapa pabrikan selalu menyarankan coolant khusus radiator, bukan air biasa.


Perawatan mobil sebaiknya mengikuti rekomendasi pabrikan, bukan berdasarkan mitos yang belum tentu benar. Dengan begitu, Anda bisa menjaga kondisi mobil tetap prima, menghemat biaya, sekaligus menghindari kerusakan yang tidak perlu.