Air Radiator Mobil: Fungsi, Perawatan, dan Tanda Harus Diganti
Kenapa Air Radiator Begitu Penting untuk Mesin Mobil?
Mesin mobil bekerja pada suhu tinggi. Tanpa sistem pendingin yang baik, suhu mesin bisa melonjak dan menyebabkan kerusakan serius. Di sinilah peran air radiator atau coolant sangat krusial—bukan sekadar air biasa, tapi cairan khusus yang membantu menyerap dan melepaskan panas.
Berbeda dengan air sumur atau air keran, coolant memiliki kandungan anti-karat dan titik didih yang lebih tinggi. Ini membuatnya mampu bekerja optimal dalam kondisi panas ekstrem tanpa menguap terlalu cepat.
Beberapa fungsi utama air radiator:
- Menjaga suhu mesin tetap stabil agar komponen tidak aus akibat panas berlebih.
- Melindungi dari karat di dalam jalur pendinginan mesin.
- Mencegah pembentukan kerak yang bisa menyumbat radiator.
Tanda Air Radiator Perlu Diganti
- Warna coolant berubah menjadi keruh atau kecokelatan
- Level cairan sering berkurang tanpa kebocoran jelas
- Mesin cepat panas meski kipas pendingin bekerja normal
- Muncul bau aneh dari area mesin
Idealnya, penggantian air radiator dilakukan setiap 20.000–40.000 km atau mengikuti rekomendasi pabrikan. Menggunakan coolant berkualitas dan penggantian rutin akan memperpanjang umur mesin sekaligus mencegah biaya perbaikan besar akibat overheat.
Di OtoSolusi Purwokerto, kami menyediakan layanan flush radiator dan penggantian coolant dengan cairan standar pabrikan. Prosesnya cepat, aman, dan dilakukan oleh teknisi berpengalaman, sehingga mesin Anda siap menghadapi perjalanan jauh maupun kemacetan kota.
Jangan tunggu sampai jarum temperatur menyentuh zona merah. Rawat radiator mobil Anda, dan mesin akan membalasnya dengan performa optimal setiap hari.









